Selasa, 01 November 2011

Visual Basic


Microsoft Visual Basic (sering disingkat sebagai VB saja) merupakan sebuah bahasa pemrograman yang menawarkan Integrated Development Environment (IDE) visual untuk membuat program perangkat lunak berbasis sistem operasi Microsoft Windows dengan menggunakan model pemrograman (COM).
Visual Basic merupakan turunan bahasa pemrograman BASIC dan menawarkan pengembangan perangkat lunak komputer berbasis grafikdengan cepat.
Beberapa bahasa skrip seperti Visual Basic for Applications (VBA) dan Visual Basic Scripting Edition (VBScript), mirip seperti halnya Visual Basic, tetapi cara kerjanya yang berbeda.[1]
Para programmer dapat membangun aplikasi dengan menggunakan komponen-komponen yang disediakan oleh Microsoft Visual Basic Program-program yang ditulis dengan Visual Basic juga dapat menggunakan Windows API, tapi membutuhkan deklarasi fungsi luar tambahan.[1]
Dalam pemrograman untuk bisnis, Visual Basic memiliki pangsa pasar yang sangat luas.[1] Sebuah survey yang dilakukan pada tahun 2005menunjukkan bahwa 62% pengembang perangkat lunak dilaporkan menggunakan berbagai bentuk Visual Basic, yang diikuti oleh C++,JavaScriptC#, dan Java.[1]

Daftar isi

  [sembunyikan

[sunting]Sejarah

Bill Gates, pendiri Microsoft, memulai bisnis perangkat lunak dengan mengembangkan interpreter bahasa Basic untuk Altair 8800, untuk kemudian ia ubah agar dapat berjalan di atas IBM PC dengan sistem operasi DOS. Perkembangan berikutnya ialah diluncurkannya BASICA (basic-advanced) untuk DOS. Setelah BASICA, Microsoft meluncurkan Microsoft QuickBasic dan Microsoft Basic (dikenal juga sebagai Basic Compiler).
Visual Basic adalah pengembangan dari bahasa komputer BASIC (Beginner’s All-purpose Symbolic Instruction Code). Bahasa BASIC diciptakan oleh Professor John Kemeny dan Thomas Eugene Kurtz dari Perguruan Tinggi Dartmouth pada pertengahan tahun 1960-an.[2] Bahasa program tersebut tersusun mirip dengan bahasa Inggris yang biasa digunakan oleh para programer untuk menulis program-program komputer sederhana yang berfungsi sebagai pembelajaran bagi konsep dasar pemrograman komputer.
Sejak saat itu, banyak versi BASIC yang dikembangkan untuk digunakan pada berbagai platform komputer,[2] seperti Microsoft QBASIC, QUICKBASIC, GWBASIC, IBM BASICA, Apple BASIC dan lain-lain.
Apple BASIC dikembangkan oleh Steve Wozniak, mantan karyawan Hewlett Packard dan teman dekat Steve Jobs (pendiri Apple Inc.).[2] Steve Jobs pernah bekerja dengan Wozniak sebelumnya (mereka membuat game arcade “Breakout” untuk Atari). Mereka mengumpulkan uang dan bersama-sama merakit PC, dan pada tanggal 1 April 1976 mereka secara resmi mendirikan perusahaan komputer Apple. Popularitas dan pemakaian BASIC yang luas dengan berbagai jenis komputer turut berperan dalam mengembangkan dan memperbaiki bahasa itu sendiri, dan akhirnya berujung pada lahirnya Visual Basic yang berbasis GUI (Graphic User Interface) bersamaan dengan Microsoft Windows. Pemrograman Visual Basic begitu mudah bagi pemula dan programer musiman karena ia menghemat waktu pemrograman dengan tersedianya komponen-komponen siap pakai.[2]
Hingga akhirnya Visual Basic juga telah berkembang menjadi beberapa versi, sampai yang terbaru, yaitu Visual Basic 2010. Bagaimanapun juga Visual Basic 6.0 tetap menjadi versi yang paling populer karena mudah dalam membuat programnya dan ia tidak menghabiskan banyak memori.[2]
Sejarah BASIC di tangan Microsoft sebagai bahasa yang diinterpretasi (BASICA) dan juga bahasa yang dikompilasi (BASCOM) membuat Visual Basic diimplementasikan sebagai gabungan keduanya.[3] Programmer yang menggunakan Visual Basic bisa memilih kode bahasa pemrograman yang dikompilasi atau kode yang harus bahasa pemrograman yang diinterpretasikan sebagai hasil porting dari kode VB.[3] Sayangnya, meskipun sudah terkompilasi jadi bahasa mesin, DLL bernama MSVBVMxx.DLL tetap dibutuhkan. Namun karakteristik bahasa terkompilasi tetap muncul (ia lebih cepat dari kalau kita pakai mode terinterpretasi).[3]

[sunting]Perkembangan Visual Basic

Visual Basic 1.0 dikenalkan pada tahun 1991. Konsep pemrograman dengan metode drag-and-drop untuk membuat tampilan aplikasi Visual Basic ini diadaptasi dari prototype generator formyang dikembangkan oleh Alan Cooper dan perusahaannya, dengan nama Tripod. Microsoft kemudian mengontrak Cooper dan perusahaannya untuk mengembangkan Tripod menjadi sistemform yang dapat diprogram untuk Windows 3.0, di bawah kode nama Ruby.
Tripod tidak memiliki bahasa pemrograman sama sekali. Ini menyebabkan Microsoft memutuskan untuk mengkombinasikan Ruby dengan bahasa pemrograman Basic untuk membuat Visual Basic.

[sunting]Dari waktu ke waktu

  • Proyek Thunder dimulai.
  • Visual Basic 1.0 dirilis untuk Windows pada Comdex/Windows Trade Show di AtlantaGeorgia pada Mei 1991.
  • Visual Basic 1.0 untuk DOS dirilis pada September 1992. Bahasa pemrogramannya sendiri tidak terlalu kompatibel dengan Visual Basic untuk Windows, karena sesungguhnya itu adalah versi selanjutnya dari kompiler BASIC berbasis DOS yang dikembangkan oleh Microsoft sendiri, yaitu QuickBASIC. Antarmuka dari program ini sendiri menggunakan antarmuka teks, dan memanfaatkan kode-kode ASCII tambahan untuk mensimulasikan tampilan GUI.
  • Visual Basic 2.0 dirilis pada November 1992. Lingkungan pemrogramannya lebih mudah untuk digunakan, dan kecepatannya lebih ditingkatkan.
  • Visual Basic 3.0 dirilis pada musim semi 1993 dan hadir dalam dua versi: Standar dan Professional. VB3 juga menyertakan versi 1.1 dari Microsoft Jet Database Engine yang dapat membaca dan menulis database Jet/Access 1.x.
  • Visual Basic 4.0 (Agustus 1995) adalah versi pertama yang dapat membuat program 32-bit seperti program 16-bit. VB4 juga memperkenalkan kemampuannya dalam membuat aplikasi non-GUI. Bila versi sebelumnya menggunakan kontrol VBX, sejak VB4 dirilis Visual Basic menggunakan kontrol OLE (dengan ekstensi file *.OCX), yang lebih dikenal kemudian dengan kontrol ActiveX.
  • Dengan versi 5.0 (Februari 1997), Microsoft merilis Visual Basic eksklusif untuk versi 32-bit dari Windows. Para programmer yang lebih memilih membuat kode 16-bit dapat meng-impor program yang ditulis dengan VB4 ke versi VB5, dan program-program VB5 dapat dikonversi dengan mudah ke dalam format VB4.
  • Visual Basic 6.0 (pertengahan 1998) telah diimprovisasi di beberapa bagian, termasuk kemampuan barunya, yaitu membuat aplikasi web. Meskipun kini VB6 sudah tidak didukung lagi, tetapi file runtime-nya masih didukung hingga Windows 7.

[sunting]Pemrograman Berorientasi Objek (OOP)

Visual Basic merupakan bahasa yang mendukung Pemrograman berorientasi objek , namun tidak sepenuhnya, Beberapa karakteristik obyek tidak dapat dilakukan pada Visual Basic, seperti Inheritance tidak dapat dilakukan pada class module, Polymorphism secara terbatas bisa dilakukan dengan mendeklarasikan class module yang memiliki Interface tertentu. Visual Basic (VB) tidak bersifat case sensitif.[4]

[sunting]Desain Visual dan Komponen

Visual Basic menjadi populer karena kemudahan desain form secara visual dan adanya kemampuan untuk menggunakan komponen-komponen ActiveX yang dibuat oleh pihak lain.[5] Namun komponen ActiveX memiliki masalahnya tersendiri yang dikenal sebagai DLL hell,Pada Visual Basic .NET, Microsoft mencoba mengatasi masalah DLL hell dengan mengubah cara penggunaan komponen (menjadi independen terhadap registry).[5]
Visual Basic
Paradigma:Berbasis objek
Pengembang:Microsoft
Rilis terbaru:Visual Basic 6 / 1998
Terpengaruh oleh:(Inggris) QuickBASIC
Mempengaruhi:Visual Basic .NETGambas,(Inggris) REALbasic,(Inggris) Basic4ppc
Sistem operasi:Microsoft WindowsMS-DOS
Situs web:msdn.microsoft.com

Kamis, 27 Oktober 2011

Mercedes OH 1830



(Jakarta – haltebus.com)
Perlahan namun pasti, pangsa pasar bus besar di Indonesia akan ‘digoyang’ oleh Mercedes-Benz. Dalam kurun dua tahun terakhir, PT. Mercedes-Benz Indonesia menawarkan empat tipe sekaligus, untuk berbagai jenis medan dan kebutuhan penumpang bus di Indonesia. “Tahun lalu kami meluncurkan produk chassis bus tipe OH-1526 yang bertenaga dan OH-1521 XBC yang irit. Tahun ini ada OH-1626 dan OH-1830 yang mengedepankan kenyamanan,” ujar Deputy Director Marketing and Communication PT. Mercedes-Benz Indonesia Yuniadi Hartono, akhir Agustus lalu kepada haltebus.com.

Menurut Yuniadi, peluncuran empat tipe
chassis dalam dua tahun terakhir adalah bagian dari rencana Mercedes-Benz untuk merespon keinginan masyarakat. Tidak hanya untuk pemilik PO bus namun juga penumpang bus sebagai end user. Dia mengatakan, dalam empat tahun terakhir, ada perkembangan yang cukup dinamis dari dunia usaha transportasi bus. Selain berbagai tipe dan merk hadir di Indonesia, kebutuhan dan tuntutan masyarakat pengguna bus semakin tinggi.

Di tahun 1980 dan 1990-an, masyarakat masih memilih bus bersuspensi leafspring sebagai sarana transportasinya. Penjajakan Mercedes-Benz untuk bus bersuspensi udara, di tahun 1990-an, menurut Yuniadi, menunjukkan respon yang minim, baik dari sisi pengusaha maupun penumpang. Kini, seiring dengan pembangunan infrastruktur jalan yang berkembang pesat, tuntutan akan kenyamanan pun bertambah.

Tak ingin ketinggalan dalam memenuhi keinginan pelanggannya yang 30 tahun lebih setia menggunakan bus Mercedes-Benz, PT MB Indonesia meresponnya dengan cepat. Karena itu tahun 2011 Mercedes-Benz menurunkan produk terbaru mereka yang mengedepankan kenyamanan sebagai andalan. OH-1626 dan OH-1830 hadir dengan fitur andalan suspensi udara dan spaceframe. Selain fitur yang menjamin kenyamanan dengan suspensi udara, fitur spaceframe memungkinkan bus memiliki bagasi yang luas.

Sebagai salah satu pelopor di Indonesia, Yuniadi menegaskan, Mercedes-Benz ingin menghadirkan produk yang terbaik. Dari sisi mesin, OH-1626 sama dengan OH-1526 yang bertenaga 260HP, sedangkan OH-1830 menghadirkan mesin OM926LA Euro III bertenaga 300HP. Tak mau kalah dengan pesaing? “Tentu saja sebagai pelopor kami ingin menjadi yang terdepan,” kata dia.

Pria yang pernah mengenyam pendidikan di Jerman ini menambahkan, kehadiran fitur suspensi udara yang built in ini juga untuk merespon banyaknya permintaan dari PO bus. Sebab, bus-bus bersuspensi udara yang dimiliki beberapa PO bus adalah hasil rakitan diluar Mercedes-Benz. "Kami tidak ingin suspensi udara rakitan itu berdampak pada produk kami karena Mercedes-Benz sendiri punya produk dengan spesifikasi bersuspensi udara. Sudah ada kasus terkait pemasangan suspensi udara diluar yang kami buat," katanya tanpa memperinci kasus itu.

Teknologi untuk membangun
chassis berbasis spaceframe pun lebih maju dibandingkan dengan chassis ladderframe seperti pada produk sebelumnya. Yuniadi menjelaskan, pada chassis spaceframe yang dikenal dengan monocoque ,bodi bus dibuat langsung tanpa ada ‘dudukan’ chassis dibawahnya. Mirip dengan membangun bodi mobil, yang langsung ditempel mesin dan ‘kaki-kaki’. Untuk itu, kata dia, PT. MB Indonesia memberikan sertifikat standar pembuatan bodi bus pada beberapa karoseri pada tahun 2010. “Dengan standar itu kami yakin karoseri-karoseri Indonesia mampu membuat bodi bus yang aman dengan basis spaceframe,” ujarnya.



Sementara, dua tipe yang diluncurkan tahun 2010, OH-1526 dan OH-1521 XBC, menurut Yuniadi, dihadirkan untuk memenuhi pangsa pasar bus menengah. Meski menggunakan tipe mesin OM906LA untuk OH-1526 dan mesin OM924LA untuk OH-1521 XBC yang sama-sama berstandar Euro III, spesifikasi ‘kaki-kaki’ masih seperti pendahulunya, yakni leafspring. Pada OH-1521/60 bermesin OM366LA yang diproduksi tahun 1990-an dan OH-1525 bermesin OM906LA Euro II yang diproduksi tahun 2000-an yang masih menggunakan leafspring cukup laris dipasaran.

Yuniadi menyatakan, basis leafspring untuk peredam kejut dua tipe bus ini ditujukan untuk daerah-daerah tertentu berkontur pegunungan yang banyak tikungan maupun jalan menanjak dan menurun. “Ada daerah-daerah tertentu, dimana penumpangnya merasa tidak nyaman dengan fitur airsuspension (suspensi udara) karena dinilai seperti melayang,” katanya.

Tahun 2011 ini, PT Mercedes-Benz Indonesia menargetkan penjualan, hingga 1200 unit. Tahun 2010, penjualan bus Mercedes-Benz mencapai 786 unit. Rencananya, PT. Mercedes-Benz Indonesia akan meluncurkan produk terbaru mereka dalam waktu dekat. Dari penelusuran haltebus.com, sedikitnya 40 unit bus OH-1626 dalam proses pembuatan di sebuah karoseri di Jawa, dan untuk OH-1830 baru satu unit chassis yang datang dari pusat produksi bus Mercedes-Benz di Brazil.

Peningkatan jumlah bus yang terjual dalam setahun mulai terjadi pada tahun 2010. Serapan pasar bus Indonesia meningkat drastis dari 917 unit penjualan seluruh merk bus di tahun 2009, menjadi 1.471 unit atau naik 60 persen di tahun 2010. Mercedes-Benz sendiri berhasil membukukan angka penjualan 786 unit. Angka ini cukup melonjak drastis mengingat pada 2009 Mercedes-Benz hanya menjual 462 unit bus atau naik sekitar 70 persen.(mai/foto : istimewa)

Spesifikasi Teknis OH-1626 dan OH-1830
Sumber : PT. Mercedes-Benz Indonesia

OH-1830
Engine         : OM926LA Euro III
Type           : 6 Cylinder in line
Power max   : 300 hp/2200rpm
Torque max  : 1200nm/1400rpm
Dispacement : 7201cm3
Transmission  : ZF S6-1550 6 speed manual
Suspension   : air suspension
Steering       : ZF 8098
Tyres           : 8.25 x 22.5

OH-1626
Engine         : OM906LA Euro III
Type           : 6 Cylinder in line
Power max   : 260 hp/2200rpm
Torque max  : 950 Nm @ 1200-1600 rpm
Dispacement : 6374 cm3
Transmission  : G85 6 speed manual
Suspension    : air suspension
Steering        : ZF 8097
Tyres : 8.25 x 22.5
 

Sabtu, 22 Oktober 2011

Mikroprosesor



Mikroprosesor Intel tipe Core i7 keluaran tahun 2008
Sebuah mikroprosesor (sering dituliskan: µP atau uP) adalah sebuah central processing unit (CPU) elektronik komputer yang terbuat dari transistor mini dan sirkuit lainnya di atas sebuah sirkuit terintegrasi semikonduktor.
Sebelum berkembangnya mikroprosesor, CPU elektronik terbuat dari sirkuit terintegrasi TTL terpisah; sebelumnya, transistor individual; sebelumnya lagi, dari tabung vakum. Bahkan telah ada desain untuk mesin komputer sederhana atas dasar bagian mekanik seperti gear, shaft, lever, Tinkertoy, dll.
Evolusi dari mikroprosesor telah diketahui mengikuti Hukum Moore yang merupakan peningkatan performa dari tahun ke tahun. Teori ini merumuskan bahwa daya penghitungan akan berlipat ganda setiap 18 bulan, sebuah proses yang benar terjadi sejak awal 1970-an; sebuah kejutan bagi orang-orang yang berhubungan. Dari awal sebagai driver dalam kalkulator, perkembangan kekuatan telah menuju ke dominasi mikroprosesor di berbagai jenis komputer; setiap sistem dari mainframe terbesar sampai ke komputer pegang terkecil sekarang menggunakan mikroprosesor sebagai pusatnya.

Selasa, 18 Oktober 2011

Cara menggunakan komputer dengan baik

Komputer memiliki prosedur yang harus kita perhatikan. Langkah pertama yang harus anda ketahui adalah bagaimana cara mengaktifkan dan mematikan komputer dengan benar. Prosedur untuk mengaktifkan komputer dengan baik dan benar adalah:

* Pastikan semua kabel power sudah terhubung dengan aliran listrik.
* Hidupkan CPU (Central processing unit) dengan menekan tombol on atau power di casing.
* Hidupkan Monitor dengan menekan tombol on pada monitor.
* Tunggu hingga booting selesai, lalu akan muncul tampilan windows yang kita pergunakan. Prosedur untuk mematikan komputer dengan baik dan benar adalah:
* Klik tombol start yang berada pada taskbar.
* Lalu klik tombol Turn Off Computer.
* setelah muncul tampilan yang menampilkan 3 pilihan yaitu : 1. Standbay, 2 Turn Off, 3.Restart.
* Nah anda pilih yang turn off.

Pengikut