Senin, 27 Juni 2016

Setting Radio Mikrotik, Point to Point link

Kali ini saya akan sharing bagaimana mengkonfigurasi radio mikrotik untuk point to point link. Radio mikrotik yang saya gunakan adalah RB  433 dengan wirelesscard SR2. Baiklah mari kita mulai setting radionya. Untuk membuat sebuah link tentunya membutuhkan 2 set perangkat radio dan wirelesscard untuk dua sisi, disini saya hanya akan menuliskan satu set saja, karena yang satu set lagi yang berada di sisi lain setingannya sama.
Pertama buka winbox yang digunakan sebagai software bantu untuk mengconsole RB, link download winbox ada di postingan saya sebelumnya. Secara default ip address RB adalah 192.168.88.1 ip pc yang di gunakan diset dengan network yang sama misalnya 192.168.88.2, untuk masuk login :admin passwordnya dikosongkan.
Untuk dapat terhubung, dua radio harus mempunyai ip address yang sekelas, untuk merubah ip address masuk ke menu IP–>IP Address. Klik 2 kali pada ip addr yang ada di list ip addr, pada form Address isikan ip address yang akan digunakan, lalu untuk netmask dan broadcast klik tanda segitiga sehingga kotak isian kosong, lalu Apply, maka pada netmask dan broadcast akan terisi secara otomatis.OK
Selanjutnya masuk ke menu Bridge, pilih di tab bridge klik tanda + untuk menambah interface. Langsung Apply aja dan OK.
Masih di menu Bridge, pindah ke tab Port, klik + untuk menambahkan port, Apply dan OK (tidak ada yang perlu di ubah). Window menu Bridge boleh di tutup.
Selanjutnya masuk kemenu Wireless, di window wireless terdapat satu list wlan yang belum di enable, klik di wlan lalu klik tanda ceklis.
Lalu klik 2 kali pada wlan tersebut, pilih tab Wireless. Pada Mode: pilih brige karena hanya kan di gunakan untuk bridging.Pada Band terdapat beberapa pilihan 2.4GHz-B,B/G,Only G, G Turbo, bisa di pilih sesuai kebutuhan dan sesuai keadaan lingkungan tentunya. Khusus untuk Turbo di gunakan untuk link jarak jauh, karena jika jarak dekat menggunakan turbo malah tidak stabil, dan yang lebih sering digunakan B/G. Frequensi dan SSID harus di set sama di kedua sisi.Apply
Masih di window yang sama, tapi pindah ke tab WDS. Pada WDS Mode pilih dynamic, WDS Default Bridge pilih bridge1, Apply san OK. tutup window Interface <wlan1>
Di window Wireless Tables pilih tab Registration, di list yang ada klik kanan lalu copy to Connect List dan Copy to Access List. Ini digunakan untuk mengunci mac address lawan.
Lalu pindah ke tab Security Profile, klik tanda (+). Name: profile1, Mode dynamic keys. Pada WPA Pre-Shared Key isi password untuk security wireless, password minimal 8 karakter dan di kedua sisi password sama.Apply dan OK.
Security Profile sudah di buat,selanjutnya tinggal mengaktifkannya. Pilih menu Wireless, pada wireless table klik dua kali, pada tab wireless pilih security profile arahkan ke profile1, Apply dan OK. Bisa di lihat terdapat satu list yaitu DRA….. yang menunjukan kedua radio sudah terhubung (sudah ngelink).
Sedikit tambahan, kalo ingin membuat freq yang bisa dipilih lebih banyak, klik advance dan pada frequensi mode pilih superchannel, maka channel yang bisa dipilih jadi lebih banyak. Jangan lupa Apply setiap melakukan perubahan, lalu OK.
Untuk mereset default RB bisa dilakukan di menu New terminal, ketik sys (enter) reset (enter) y (enter)….RB akan mereset default dan restart sesaat.
Untuk memberikan passsword untuk masuk ke console RB lewat winbox pilih menu System–>password. old pass : kosongin  new pass: (isi pass yang diinginkan), ketik ulang di form dibawahnya,Apply dan OK. (maaf lupa capture).

Minggu, 26 Juni 2016

SETTING KONFIGURASI RADIO WIRELESS UBIQUITI AIRGRID M5HP

Bagi perusahaan Internet Service Provider (ISP) banyak media transmisi data yang digunakan untuk mendeliver service internet nya ke customer, baik itu via Coaxial Cable, Fiber Optic dan Radio Wireless, dan kali ini saya akan membahas mengenai Radio Wireless karena media yang satu ini lebih familiar bukan hanya digunakan oleh ISP tetapi juga biasa digunakan oleh RT/RW Net, radio wireless yang bisa digunakan pun banyak jenis nya, bisa menggunakan Radio Mikrotik SXT Series, Ubiquity dll. Namun, disini saya hanya akan membahas cara konfigurasi radio ubiquity.

Sebelumnya, saya jelaskan terlebih dahulu cara kerja dari radio wireless, yang saya ketahui radio wireless menggunakan media transmisi gelombang elektomagnetik pada jalur udara dan ada beberapa parameter yang membuat antar radio bisa terkoneksi dan berkomunikasi diantaranya yaitu SSID, Frequency, dan Segmen IP address antar kedua radio, Oke langsung saya jelaskan step by step cara konfigurasi radio wireless dengan mode Station.

Default IP semua perangkat UbiQuiTi yaitu 192.168.1.20, jadi sebelum anda mengakses nya via browser anda harus seting IP static manual dulu di PC atau Laptop anda.



Setelah PC atau laptop anda di set IP manual, dan ping ke IP 192.168.1.20 hasilnya reply from, maka anda bisa mengakses nya via browser dengan mengetikan IP 192.168.1.20 di url bar, Login dengan username dan password ubnt.


Kalau sudah masuk ke halaman airOS, klik Tab logo UbiQuiTi, pada airmax priority pilih highdan klik change tapi jangan dulu di klik Apply.


Selanjutnya klik tab wireless, pada bagian ini yang harus anda seting yaitu SSID sesuai denganSSID pada radio Access Point atau Radio sectoral, Channel Width pilih Auto 20/40 MHz, Channel Shifting nya pilih Enable, klik enable pada Frequency Scan List lalu klik edit, selanjutnya centang Freqeuncy yang di inginkan dan klik OK. masih di Tab wireless pada colom Antenna pilih 17x24 - 27 dBm atau yang tertinggi, setelah semuanya sudah di set langkah selanjutnya klik Change. Untuk lebih jelasnya anda bisa lihat gambar di bawah ini.


Pada Tab network isi IP address, netmask, gateway dan DNS nya jangan lupa juga centang padaAuto IP Aliasing & STP, jika sudah klik Change.


Pada tab Advance tidak ada konfigurasi yang perlu di rubah maka anda bisa lewatkan dan langsung ke Tab Services, pada bagian ini hilangkan centang pada Secure Connection (HTTPS)agar tidak muncul SSL error jika anda akses via browser, selanjutnya centang enable NTP Clientdan system log, klik Change.


Pada Tab System hilangkan cheklis Check for Updates nya agar ketika kita akses via browser tidak ada notifikasi untuk update firmware, device name nya isi sesuai dengan yang anda inginkan kalau disini saya isi dengan nama dan alamat customer saya, Startup Date di enable dan pilih tanggal sesuai tanggal di kalender, ganti username dan password di bagian System Account, jika sudah klik Change dan klik apply jika anda merasa semua konfigurasi sudah selesai.



Tunggu sampai proses applying selesai ..



Terakhir, anda akses kembali via browser, dan jika tampilan nya seperti ini atrinya sudah konek ke radio access point atau ke radio sectoral.



Selesai sampai disini proses konfigurasi Radio Wireless AirGrid M5HP, kunjungi terus Blog sederhana ini untuk mendapatkan artikel dan tutorial menarik seputar jaringan internet dan untuk menambah wawasan serta pengetahuan anda :)


Kamis, 23 Juni 2016

Administrative Distance (ad) pada Routing IP

Pada dasarnya administrative distance digunakan untuk menentukan bagai mana suatu penyaluran data dilakukan. administrative distance digunakan oleh suatu router untuk memilih jalur yang desidiakan pada topoligi jaringan setiap protokol routing mempunyai ad yang berbeda, ad dipilih berdasarkan besaran yang telah ditetapkan untuk digunakan dalam kaitanya pemilihan prioritas dari jalur
Pemilihan Jalur Tebaik [The Best Path], Administrative distance adalah kriteria pertama yang digunakan oleh router untuk menentukan routing protocol yang harus dijalankan, jika terdapat dua routing protocol yang menyediakan jalur untuk tujuan yang sama. AD adalah sebuah ukuran “trustworthiness” dari source of routing information. AD hanya mempunyai local significance, dan tidak melakukan advertise dalam routing update.
Nilai AD yang lebih kecil, lebih dipercaya/reliable. Contoh, Jika sebuah router menerima informasi tentang jalur menuju jaringan tertentu dari Open Shortest Path First (OSPF) (default administrative distance – 110) dan Interior Gateway Routing Protocol (IGRP) (default administrative distance – 100), Router akan memilih IGRP karena IGRP lebih dipercaya/reliable karena memiliki AD yang lebih kecil dibandingkan OSPF. Jika source address untuk IGRP hilang atau tidak dikenal, maka router akan memilih/menjalankan routing OSPF sampai IGRP aktif kembali.
Dalam pengaturan routing saya membuat 2 buah protokol routing RIP dan Eigrp kedua routing protokol yang mengarah ke jaringan 192.168.6.0,akan tetapi router memilih Eigrp padahal ada routing RIP juga saya buat pada pengaturannya. hal ini disebabkan karena adanya pengaruh ad yang lebih kecil hal ini yang menyebabkan ad pada Eigrp lebih dipilih oleh router dibandingkan RIP yang mempunyai ad yang lebih besar.
Sebenarnya saya kurang yakin dengan peryataan diatas jadi saya melakukan percobaan kembali mengenai ad, jadi skema yang saya buat dengan mengecilkan nilai ad dari protokol RIP dari 120 menjadi 80, dengan nilai ad Eigrp yang tetap yaitu 90 dan dengan pengaturan perintah distance pada protokol RIP.
Router terkadang mepelajari banyak protocol routing pada jaringan yang sama dari static routing ataupun dynamic routing. Ketika router mempelajari tentang jaringan tujuan terdapat banyak sumber routing, cisco router mengunakan administrative distance sebgai nilai yang menentukan sumber mana yang digunakan. Setiap routing diyamic mempunyai ad yang berbeda – beda, berbeda dengan static routing ataupun yang terkoneksi langsung. Nilai ad terkecil, lebih besar peluangnya sebagai routing sumber. Perangkat yang terhubung secara langsung selalu digunakan sebagai routing sumber yang dipilih, diikuti dengan static routing dan beberapa dynamic routing.
Dibawah adalah contoh administrative distance:
Route Source Default Distance Values
————————————————————–
Connected interface 0
Static route 1
Enhanced Interior Gateway Routing Protocol (EIGRP) summary route 5
External Border Gateway Protocol (BGP) 20
Internal EIGRP 90
IGRP 100
OSPF 110
Intermediate System-to-Intermediate System (IS-IS) 115
Routing Information Protocol (RIP) 120
Exterior Gateway Protocol (EGP) 140
On Demand Routing (ODR) 160
External EIGRP 170
Internal BGP 200
Unknown* 255
——————————————————————————————————————
Konsep Dynamic Routing
Klasifikasi Algoritma Routing :
1. Global
Semua router memiliki informasi lengkap mengenai topologi, link cost.
Contohnya adalah algoritma link state.
2. Desentrasilasi
Router mengetahui koneksi fisik atau link cost ke tetangga,
Terjadi pengulangan proses komputasi dan mempertukarkan,
Informasinya ke router tetangganya, contohnya adalah algoritma distance vector
1. DISTANCE VECTOR
Algoritma routing distance vector secara periodik menyalin table routing
dari router ke router. Perubahan table routing ini di-update antar router yang saling berhubungan saat terjadi perubahan topologi. Setiap router menerima table routing dari router tetangga yang terhubung secara langsung.Proses routing ini disebut juga dengan routing Bellman-Ford atau Ford-Fulkerson. Routing vektor jarak beroperasi dengan membiarkan setiap router menjaga tabel (sebuah vektor) memberikan jarak yang terbaik yang dapat diketahui ke setiap tujuan dan saluran yang dipakai menuju tujuan tersebut. Tabel-tabel ini di-update dengan cara saling bertukar informasi dengan router tetangga.
Routing distance vektor bertujuan untuk menentukan arah atau vektor dan
jarak ke link-link lain di suatu internetwork. Sedangkan link-state bertujuan untuk menciptakan kembali topologi yang benar pada suatu internetwork.
Misal, router Y menerima tabel informasi estimasi dari router X, dimana terdapat Xi, yang menyatakan estimasi waktu yang dibutuhkan oleh X untuk sampai ke router i. Bila Y mengetahui delay ke X sama dengan m milidetik, Y juga mengetahui bahwa Y dapat mencapai router i dalam Xi + m milidetik.
Struktur data tabel Distance Vector :
Setiap node (router) memilikinya,
Baris digunakan menunjukkan tujuan yang mungkin,
Kolom digunakan menunjukkan untuk setiap node tetangga secara langsung,
Sebagai contoh : pada router X, untuk tujuan Y melalui tetangga Z.
Pembentukan tabel routing dilakukan dengan cara tiap-tiap router saling bertukar informasi routing dengan router yang terhubung secara langsung.
Proses pertukaran informasi dilakukan secara periodik, misal setiap 45 detik
Update table routing dilakukan ketika terjadi perubahan toplogi jaringan. Sama dengan proses discovery, proses update perubahan topologi step-by-step dari router ke router. Gambar diatas menunjukkan algoritma distance vector memanggil ke semua router untuk mengirim ke isi table routingnya. Table routing berisi informasi tentang total path cost yang ditentukan oleh metric dan alamat logic dari router pertama dalam jaringan yang ada di isi table routing.
Analogi distance vector dapat dianalogikan dengan jalan tol. Tanda yang menunjukkan titik ke tujuan dan menunjukkan jarak ke tujuan. Dengan adanya tanda-tanda seperti itu pengendara dapat dengan mudah mengetahui perkiraan jarak yang akan ditempuh untuk mencapai tujuan. Dan tentunya jarak terpendek adalah rute yang terbaik.
2. LINK-STATE
Algoritma link-state juga dikenal dengan algoritma Dijkstra atau algoritma
shortest path first (SPF). Algoritma ini memperbaiki informasi database dari
informasi topologi. Algoritma distance vector memiliki informasi yang tidak
spesifik tentang distance network dan tidak mengetahui jarak router. Sedangkan algortima link-state memperbaiki pengetahuan dari jarak router dan bagaimana mereka inter-koneksi.
Beberapa fitur yang dimiliki oleh routing link-state adalah:
Link-state advertisement (LSA) – paket kecil dari informasi routing yang dikirim antar router.
Topological database – kumpulan informasi yang dari LSA-LSA.
SPF algorithm – hasil perhitungan pada database sebagai hasil dari pohon SPF.
Routing table – adalah daftar rute dan interface.
KONSEP LINK STATE
Dasar algoritma routing yang lain adalah algoritma link state. Algoritma link state biasa disebut sebagai algoritma Dijkstra atau algoritma Shortest Path First (SPF).
Setiap router mempunyai peta jar,
Router menentukan rute ke setiap tujuan di jar berdasarkan peta jar tersebut.
Petajaringan disimpan router dalam bentuk database sebagai hasil dari pertukaran info link-state antara router-router bertetangga di jar tersebut.
Setiap record dalam database menunjukkan status sebuah jalur dijar (link-tate).
Menerapkan algoritma Dijkstra.
Topologi jaringan dan link cost diketahui oleh semua node router.
Dilakukan dengan cara mem-broadcast informasi link state.
Semua node memiliki informasi yang sama.
Menghitung cost terkecil dari satu node ke node lainnya.
Memberikan tabel rute untuk router tersebut setelah iterasi sebanyak n, diketahui link cost terkecil untuk n tujuan.
B. PROTOKOL ROUTING
Routing protocol berbeda dengan routed protocol. Routing protocol adalah komunikasi antara router-router. Routing protocol mengijinkan router-router untuk sharing informasi tentang jaringan dan koneksi antar router. Router menggunakan informasi ini untuk membangun dan memperbaiki table routingnya.
Protokol routing dinamik yang banyak digunakan dalam internetworking TCP/IP adalah RIP (Routing Information Protocol) yang menggunakan algoritma routing distance vector dan OSPF (Open Shortest Path First) yang menggunakan.algoritma link-state. Pada layer TCP/IP, router dapat menggunakan
protokol routing untuk membentuk routing melalui suatu algoritma yang meliputi:
RIP — menggunakan protokol routing interior dengan algoritma distance vector,
IGRP — menggunakan protokol routing interior dengan algoritma Cisco distance vector,
OSPF — menggunakan protokol routing interior dengan algoritma link state,
EIGRP — menggunakan protokol routing interior dengan algoritma advanced Cisco distance vector.
Routing Information Protocol (RIP)
Routed protocol digunakan untuk user traffic secara langsung. Routed
protocol menyediakan informasi yang cukup dalam layer address jaringannya untuk melewatkan paket yang akan diteruskan dari satu host ke host yang lain berdasarkan alamatnya.
RIP merupakan salah satu protokol routing distance vector yang digunakan oleh ribuan jaringan di dunia. Hal ini dikarenakan RIP berdasarkan open standard dan mudah diimplementasikan. Tetapi RIP membutuhkan konsumsi daya yang tinggi dan memerlukan fitur router routing protokol. Dasar RIP diterangkan dalam RFC 1058, dengan karakteristik sebagai berikut:
Routing protokol distance vector,
Metric berdasarkan pada jumlah lompatan (hop count) untuk pemilihan jalur,
Jika hop count lebih dari 15, maka paket dibuang,
Update routing dilakukan secara broadcast setiap 30 detik.
1. RIP Versi 1
Dokumen –> RFC1058.
RIP V1 routing vektor-jarak yang dimodifikasi dengan triggered update dan split horizon dengan poisonous reverse untuk meningkatkan kinerjanya.
RIP V1 diperlukan supaya host dan router dapat bertukar informasi untuk menghitung rute dalam jaringan TCP/IP.
Informasi yang dipertukarkan RIP berupa :
a. Host
b. Network
c. Subnet
d. Rutedefault
—————————————————————-
2. RIP Versi 2
Enhancement dari RIP versi1 ditambah dengan beberapa kemampuan baru,
Algoritma routing sama dengan RIP versi1,
Bedanya terletak pada format dengan tambahan informasi yang dikirim,
Kemampuan baru :
a. Tag –> untuk rute eksternal.
b. Subnet mask.
c. Alamat hop berikutnya.
d. Autentikasi.
IGRP (Interior Gateway Routing Protocol)
IGRP merupakan distance vector IGP. Routing distance vector mengukur
jarak secara matematik. Pengukuran ini dikenal dengan nama distance vector. Router yang menggunakan distance vector harus mengirimkan semua atau sebagian table routing dalam pesan routing update dengan interval waktu yang regular ke semua router tetangganya. Isi dari informasi routing adalah:
Identifikasi tujuan baru,
Mempelajari apabila terjadi kegagalan.
IGRP adalah routing protokol distance vector yang dibuat oleh Cisco. IGRP
mengirimkan update routing setiap interval 90 detik. Update ini advertise semua jaringan dalam AS. Kunci desain jaringan IGRP adalah:
Secara otomatis dapat menangani topologi yang komplek,
Kemampuan ke segmen dengan bandwidth dan delay yang berbeda,
Skalabilitas, untuk fungsi jaringan yang besar.
Secara default, IGRP menggunakan bandwidth dan delay sebagai metric. Untuk konfigurasi tambahan, IGRP dapat dikonfigurasi menggunakan kombinasi semua varibel atau yang disebut dengan composite metric. Variabel-variabel itu misalnya:
Bandwidth
Delay
Load
Reliability
IGRP yang merupakan contoh routing protokol yang menggunakan algoritma distance vector yang lain. Tidak seperti RIP, IGRP merupakan routing protokol yang dibuat oleh Cisco. IGRP juga sangat mudah diimplementasikan, meskipun IGRP merupakan routing potokol yang lebih komplek dari RIP dan banyak faktor yang dapat digunakan untuk mencapai jalur terbaik dengan karakteristik sebagai berikut:
Protokol Routing Distance Vector.
Menggunakan composite metric yang terdiri atas bandwidth, load, delay dan reliability.
Update routing dilakukan secara broadcast setiap 90 detik.
OSPF (Open Shortest Path First)
OSPF merupakan interior routing protocol yang kepanjangan dari Open
Shortest Path First. OSPF didesain oleh IETF ( Internet Engineering Task Force ) yang pada mulanya dikembangkan dari algoritma SPF ( Shortest Path First ). Hampir sama dengan IGRP yaitu pada tahun 80-an.
Pada awalnya RIP adalah routing protokol yang umum dipakai, namun ternyata untuk AS yang besar, RIP sudah tidak memadai lagi. OSPF diturunkan dari beberapa periset seperti Bolt, Beranek, Newmans. Protokol ini bersifat open yang berarti dapat diadopsi oleh siapa pun. OSPF dipublikasikan pada RFC nomor 1247. OSPF menggunakan protokol routing link-state, dengan karakteristik sebagai berikut:
Protokol routing link-state.
Merupakan open standard protokol routing yang dijelaskan di RFC 2328.
Menggunakan algoritma SPF untuk menghitung cost terendah.
Update routing dilakukan secara floaded saat terjadi perubahan topologi jaringan.
OSPF adalah linkstate protokol dimana dapat memelihara rute dalam dinamik network struktur dan dapat dibangun beberapa bagian dari subnetwork.
OSPF lebih effisien daripada RIP.
Antara RIP dan OSPF menggunakan di dalam Autonomous System ( AS ).
Menggunakan protokol broadcast.
EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol)
EIGRP menggunakan protokol routing enhanced distance vector, dengan
karakteristik sebagai berikut:
Menggunakan protokol routing enhanced distance vector.
Menggunakan cost load balancing yang tidak sama.
Menggunakan algoritma kombinasi antara distance vector dan link-state.
Menggunakan Diffusing Update Algorithm (DUAL) untuk menghitung jalur terpendek.
note:
Pada penggunaan EIGRP menggunakan autonomous sytem yang disebut sistem routing.
router – router yang berada dalam suatu autonomuos sytem yang sama disebut Gateway Protocol (IGP)
Routing didalam satu subnet dengan outonomous yang sama disebut system routing.
Routing diantara dua subnet yang berlainan dengan autonomous system yang sma disebut interior routing.
Jika router yang berada dalam suatu autonomuos system berhubungan dengan router lain,jenis protokol routing yang mengatur disebut Exterior ateway Protocols (EGP)
Pada penerapan Dynamic routing terdapat konsep classfull dan classless.
Classfull adalah penerapan subnet secara penuh atau default. /24,/16,/8 artinya penggunaan kelas full dikonsep ini.
Classless artinya kita dapat mengunakan semua subnet yang dapat digunakan maksudnya kita dapat menggunakan metode VLSM pada penerapannya.
Dynamic routing Classfull : Rip V1, IGRP
Dynamic routing ClassLess : IS-IS,Rip V2,OSPF,EIGRP, dan BGP
Convergence
Convergence adalah suatu bahasan dalam Dynamic routing yang mempunyai keadaan dimana ketika semua router telah mempunyai routing tabel mereka sendiri sacara tetap dan konsisten. Jaringan yang Convergence ketika semua router telah mendapatkan hasil lengkap dan akurat mengenai informasi jaringan. Waktu convergence adalah waktu saar semua router berbagi informasi, menghitung jalur terbaik, mengperbaharui Routing tabel mereka. Jaringan tidak akan berhenti beroperi sanpai semua network mendapatkan status convergence, kebanyakan jaringan mempunyai waktu yang singkat untuk mengubah statusnya menjadi convergence.
Convergence mengambungkan sifat kolaborasi dan independen,artinya selain router membuat informasi routingnya sendiri tapi juga berkerjasama dengan router lain untuk menentukan jalur tebaik, serta mengantisipasi terhadap perubahan topologi bersama router lain.pencapaian status convergence secara cepat menandakan protokol routing yang lebih baik, RIP dan IGRP adalah jenis convergence yang lambat, EIGRP dan OSPF adalah jenis convergence yang cepat.

Berikut Tabelnya
Tabel Nilai Default Administrative Distance
Route SourceDefault Distance Value
Connected interface0
Static route1
EnhanceInterior Gateway Routing Protocol (EIGRP) summary route5
Externa Border Gateway Protocol (BGP)20
Internal EIGRP90
IGRP100
OSPF110
Intermediate System-to-Intermediate System (IS-IS)115
Routing Information Protocol (RIP)120
Exterior Gateway Protocol (EGP)140
On Demand Routing (ODR)160
External EIGRP170
Internal BGP200
Unknown255
 Note : Jika nilai administrative distance-nya 255, artinya route tidak mengenali source, sehingga route tidak akan diinstall dalam tabel routing.

Pengikut